Bima Raya

Mengabarkan Lebih Luas

Pembelajaran Tatap Muka Kembali Normal, Disdik Palangka Raya Tetap Waspadai Kabut Asap

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani. (MC Kota Palangka Raya)

BIMARAYA.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya belum menutup kemungkinan memberlakukan kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ) jika kondisi kualitas udara di wilayah setempat kembali memburuk akibat kabut asap.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, menyampaikan bahwa pihaknya masih mencermati perkembangan kondisi udara meskipun kabut asap saat ini mulai berkurang. Sebab, penurunan kualitas udara masih berpotensi terjadi akibat asap kiriman dari daerah lain.

Menurutnya, upaya pengendalian kebakaran di wilayah Kota Palangka Raya belum sepenuhnya menjamin kondisi udara tetap aman. Faktor asap yang berasal dari luar daerah juga menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai.

“Kami belum bisa memastikan apakah kondisi udara akan terus membaik atau justru kembali mengalami penurunan. Walaupun sumber asap di dalam kota dapat dikendalikan, asap dari daerah lain tetap berpotensi memengaruhi kualitas udara di Palangka Raya,” ungkap Jayani, Rabu (4/11/2026).

Ia menyebutkan, berdasarkan kebijakan terbaru Disdik, sekolah saat ini sudah diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara normal. Meski demikian, pelaksanaannya tetap disertai aturan khusus sebagai upaya menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Salah satu ketentuan yang harus dipatuhi adalah penggunaan masker bagi seluruh siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah.

Jayani menegaskan, ketentuan tersebut belum dicabut meskipun kabut asap mulai menipis. Penerapan protokol kesehatan itu diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan kualitas udara kembali tidak sehat.

Selain penggunaan masker, pihak sekolah juga diminta aktif memperhatikan kondisi udara di sekitar lingkungan pendidikan. Disdik telah membagikan tautan informasi pemantauan kualitas udara dari BMKG agar sekolah dapat mengetahui perkembangan kondisi udara secara berkala.

“Jika hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara berada pada kategori sangat buruk, sekolah dapat mengambil langkah dengan memulangkan siswa lebih awal. Itu menjadi upaya antisipasi sebelum kami mempertimbangkan kembali pelaksanaan PJJ,” jelasnya.

Lebih lanjut, apabila penurunan kualitas udara masih berlanjut pada hari berikutnya, sekolah dapat kembali melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan menyesuaikan kondisi di masing-masing wilayah.

Jayani menekankan, keputusan untuk kembali menerapkan PJJ nantinya tidak harus dilakukan secara serentak di seluruh Kota Palangka Raya. Kebijakan tersebut akan mempertimbangkan hasil pemantauan kualitas udara serta situasi aktual di lingkungan masing-masing sekolah. (An)

📢

Ikuti Bimaraya.com di WhatsApp

Dapatkan berita terbaru, informasi penting, dan update terkini dari Bimaraya.com langsung melalui saluran WhatsApp resmi kami.

Ikuti Saluran WhatsApp
📰

Dukung Jurnalisme Independen Bimaraya

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Bimaraya.com lebih mudah ditemukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Bimaraya Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini